|
BURUH BERGERAK UNTUK SIAPA? Rina Herawati - Peneliti AKATIGA - Pusat Analisis Sosial Pikiran Rakyat -(4 Mei 2012) Sebagaimana telah menjadi tradisi tahunan di seluruh dunia, buruh merayakan Hari Buruh pada 1 Mei. Tak terkecuali pada tahun ini. Di Indonesia, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Buruh terbesar dipusatkan di Jakarta, dilakukan dengan “turun ke jalan”, dan kali ini melalui route Bunderan Hotel Indonesia – Istana Negara – Stadion Gelora Bung Karno. Menurut perkiraan, perayaan Hari Buruh di Jakarta itu diikuti oleh sekira 125.000 orang buruh (Konferensi Pers KSPI-KSPSI-KSBSI, 2012). (selengkapnya)
LABOR'S RISING TIDE
Tempo - March 2012 The wave of worker strikes and protests that sweptIndonesia's industrial centers during recent months hasthrown a spotlight on labor as a growing force to contendwith in Southeast Asia's largest economy. (selengkapnya)
Apakah Internet Membuat Kita Semakin Pintar? artikel terbaru
ACEP MUSLIM, Pustakawan AKATIGA Pusat Analisis Sosial Bandung
Koran Tempo (30 maret 2012) - Atas pertanyaan di atas, sepertinya banyak yang akan mengajukan jawaban positif; bahwa benar Internet akan membuat siapa pun yang menggunakannya semakin pintar (selengkapnya)
IN MEMORIUM PROF DR IR SAJOGYO - Temanku, Guruku, Bapakku
seputar-indonesia.com - Thursday, 22 March 2012 Penulis - Bapak Gunawan Wiradi, M.Soc, SC
Sabtu pagi,tanggal 17 Maret 2012, sekitar pukul 06.00 WIB, pagi sehabis mandi, saya membuka telepon seluler (ponsel).Tenyata sudah ada tujuh SMS yang masuk ketika saya sedang mandi.
Tentu saja, ketika ponsel saya buka, yang pertama muncul adalah SMS yang masuk terakhir. Bunyinya,“ Satu jaman telah berlalu, sepertinya kita sudah mandiri. Namun, dengan kepergiaan beliau, rasanya limbung juga, apakah kita benar bisa berjalan sendiri”. Deg... Berdebar hati saya. Apa arti kata “kepergian beliau” dalam SMS itu? Cepat saya buka SMS yang lain.Semuanya memberi tahu bahwa satu jam yang lalu Prof Sajogyo telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya.
Bukan basabasi, terus-terang,air mata saya berlinang seketika.Dengan cepat, setelah berkomunikasi dengan Prof.Tjondronegoro, kami berdua sepakat segera pergi ke rumah duka. Dalam mengenang jasa dan jejak langkah almarhum Pak Sajogyo (panggilan akrab Prof Dr Ir Sajogyo),tentu banyak hal bisa diceritakan dengan panjang lebar. Setiap orang akan menguraikan sesuai dengan pengalamannya masing-masing selama berinteraksi dengan beliau. (selengkapnya)
TELAH PULANG KE RAHMATULLAH
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Prof. Dr. Ir. Sajogyo salah satu anggota Badan Penasehat AKATIGA yang juga dikenal sebagai Bapak Sosiologi Pedesaan dan merupakan salah satu putra terbaik Indonesia, kini telah berpulang ke Rahmatullah pada hari Sabtu, 17 Maret 2012 pukul: 05.00 WIB.
Kami segenap keluarga AKATIGA mengucapkan selamat jalan dan Belasungkawa. Selamat Jalan Bapak Sosiologi Pedesaan, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah dan mengampuni semua kehilafan bapak. Karya dan pemikiran Anda akan tetap abadi.
KEBIJAKAN PENGUPAHAN YANG MENGGAIRAHKAN INVESTASI
Indrasari Tjandraningsih Peneliti Perburuhan AKATIGA - Pusat Analisis Sosial, BANDUNG
Koran Tempo - 11 Februari 2012 Tahun 2012 kita masuki dengan rangkaian gejolak rakyat kecil yang menuntut dan mempertahankan haknya: buruh menuntut kenaikan upah minimum, petani menuntut lahan, pedagang kakilima mempertahankan lapaknya. Gejolak ini secara jelas memperlihatkan dua kecenderungan yang semakin tajam. Pertama pengabaian Negara terhadap kesejahteraan warganegara dan kedua pemihakan pemerintah terhadap pemilik modal. Kedua kecenderungan ini paling jelas tampak dari rangkaian demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah minimum. Ironisnya peristiwa ini terjadi di saat secara makro Indonesia dinyatakan sebagai Negara yang amat diminati investor asing dan peringkat investasinya dinyatakan terus membaik. Bagaimana menjelaskan ironi ini? Jawabannya ada pada kebijakan investasi yang ketinggalan jaman dengan menjual upah murah, di tengah tuntutan investor yang sudah jauh bergeser dari aspek upah upah murah ditambah dengan ketidaktegasan pemerintah terhadap peraturan-peraturannya sendiri. (selengkapnya)
JURNAL ANALISIS SOSIAL VOL 16 NO 1, 2011 KLIK DISINI

UPAH LAYAK & DAYA SAING artikel terbaru
Ditulis Oleh Rina Herawati - Peneliti Yayasan AKATIGA
Pikiran Rakyat (08 Nov'2001) - Siklus tahunan isu perburuhan Indonesia terus berulang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan Oktober-November, suhu politik perburuhan Indonesia menghangat akibat perdebatan soal upah, tepatnya soal kenaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK). Di Karawang, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia mengancam akan melakukan aksi mogok kerja secara massal jika upah minimum kabupaten pada 2012 tidak dinaikkan menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak yang angkanya mencapai Rp1.387.133 selengkapnya
MAGANG ATAU 'MAGANG'?
Harian Pikiran Rakyat 14/2/2011 memberitakan bahwa pada tahun 2011, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengintensifkan program pemagangan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di berbagai perusahan dalam dan luar negeri. Hal ini dimaksudkan untuk melatih calon tenaga kerja agar memiliki keahlian dan ketrampilan yang matang sehingga mudah terserap di dunia kerja. Untuk mendukung program ini maka Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyatakan akan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, bahkan (pemerintah pusat akan mengeluarkan) Peraturan Pemerintah untuk mengatur program ini. selengkapnya
JURNAL ANALISIS SOSIAL TERBARU VOL 15 NO 2 , 2010 klik disini
ARTIKEL TERBARU MENYEJAHTERAKAN BURUH
Ditulis Oleh : Rina Herawati - Peneliti Yayasan AKATIGA
Pikiran Rakyat (2 Mei 2011) - Menyambut peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei tahun ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sebagian buruh di Jawa Barat merayakannya dengan turun ke jalan membawa berbagai tuntutan. Tema utama yang diusung tahun ini adalah masalah SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) dan outsourcing tenaga kerja (buruh yang dipekerjakan melalui penyedia jasa pekerja/ buruh). Tulisan ini hendak membahas tema kedua, dikaitkan dengan situasi ketenagakerjaan di Jawa Barat saat ini. selengkapnya
- Praktek Kerja Outsourcing pada Subsektor PERBANKAN New
- Ringkasan Eksekutif Outsourcing PERBANKAN New
- Persepsi Pekerja Terhadap Faktor Pendukung Keberlangsungan Usaha di Indonesia New
- Kelompok Marjinal dalam PNPM Pedesaan
- Executive Summary PNPM Marginal - ENG
- Ringkasan Eksekutif Penelitian Outsourcing
- From Rural to Global Labour: Transnasional Migration and Agrarian Change in Indonesia and the Philippines.
- Report BDS CD Profiling "Association of Woman Small Business Assistance (ASPPUK) Indonesia"
- Gerakan politik Forum Paguyuban Petani Kabupaten Batang (FPPB).
Dialog Sosial BisaTekan Masalah
Pekerja Merasa Lebih Dihargai
JAKARTA, KOMPAS -10 Februari 2012
Iklim hubungan industrial yang kondusif berperan penting dalam mendukung investasi.Kesinambungan dialog sosial antara pekerja dan pengusaha dapat menekan potensi masalah yang bisa memicu perselisihan hubungan industrial. (selengkapnya)
Upah Pekerja Belum Layak?
Ester Meryana | Erlangga Djumena | Kamis, 9 Februari 2012 | 14:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut survei yang diadakan Organisasi Buruh Internasional (ILO), para pekerja menilai pemerintah belum dapat menerapkan upah layak dengan baik.
"Survei pekerja mengungkapkan sebuah persepsi yang negatif terhadap kinerja dan kapasitas pemerintah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat," ujar Spesialis Senior untuk Program Aktivitas Pekerja ILO Jenewa, Mohammed Mwamadzingo, dalam peluncuran survei ILO terbaru mengenai persepsi pekerja terhadp faktor-faktor pendukung keberlanjutan usaha di Indonesia, Jakarta, Kamis ( 9/2/2012 ). (selengkapnya)
New breed of unionists rising to the top
Hasyim Widhiarto, The Jakarta Post | Tue, 02/07/2012 10:21 AM
Since the reform era began in 1998, the union movement has been primarily driven by activists who were unemployed or had no affiliations to employers. Workers’ union icons like the now-retired Muchtar Pakpahan and Djumhur Hidayat, the head of the government-sanctioned National Agency for the Placement and Protection of Migrant Workers, are just two examples of this. (selengkapnya)
Ball and chain in new wave of labor movement
The Jakarta Post | Tue, 02/07/2012 10:11 AM
January’s labor unrest that culminated in the paralyzing of economic activities in the industrial estates of Bekasi, West Java, took many by surprise as it marked the awakening of the labor movement after years of slumber. The Jakarta Post’s Hasyim Widhiarto investigates the issue. Here are the stories:
Labor activist Obon Tabroni, 40, not only knows how to rally crowds with his fiery speeches and provocative words but also how to wreck havoc. (selengkapnya)
Muhaimin Minta Cari Solusi Tenaga Kerja Kontrak Lepas
Kamis,19 Mei 2011
Jakarta, Kompas - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar meminta Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional—yang terdiri dari wakil pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja—mencari solusi dari praktik pemborongan pekerjaan lewat tenaga kerja kontrak lepas (outsourcing). LKS Tripartit Nasional perlu membuat pertemuan khusus untuk membahas penerapan dan pengawasan outsourcing. (selengkapnya)
Instruksikan Lembaga Tripartit
Kemenakertrans Bakal Bahas Outsourcing
Kamis 19 Mei 2011
JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar telah menginstruksikan kepada Lembaga Tripartit Nasional (tripnas) agar segera menggelar pertemuan khusus untuk membahas penerapan kebijakan outsourcing dan pengawasan pelaksanaannya. (selengkapnya)
PRESS RELEASE
Pernyataan Gubernur Dipertanyakan
KILAS - Tempo Interakrif, 25 Februari 2011
BANDUNG - Pernyataan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, yang mengatakan target satu juta peluang kerja berhasil terlampaui dalam waktu tiga tahun (Koran Tempo, 23 Februari), dipertanyakan lembaga penelitian AKATIGA Bandung. "Pekerjaan seperti apa yang telah menyerap satu juta tenaga kerja di masyarakat," tulis lembaga tersebut dalam pernyataan persnya, yang dikirim kepada Tempo kemarin.
Lembaga yang meneliti masalah perburuhan itu menyoroti maraknya praktek kerja kontrak dan outsourcing jika dikaitkan dengan pernyataan gubernur. Berdasarkan penelitian lembaga tersebut, 61 persen buruh kini berstatus tidak tetap. "Data kami menunjukkan bahwa 80 persen buruh tak tetap hanya bekerja dalam jangka waktu paling lama satu tahun." JULI HANTORO
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/02/25/Nusa/krn.20110225.228166.id.html
PRAKTEK KERJA KONTRAK DAN OUTSOURCING BURUH INDUSTRI SEKTOR METAL DI INDONESIA AKATIGA – FSPMI – FES AGUSTUS 2010 (klik disini)
UPAH LAYAK: PRESIDEN VERSUS BURUH
Rina Herawati - Peneliti Perburuhan AKATIGA
Koran Tempo (Sabtu, 29 Januari 2011) - Berapakah gaji (=upah) yang layak bagi Presiden Indonesia? Pertanyaan ini tampaknya sedang menjadi pekerjaan rumah bagi Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Menteri Keuangan menyatakan (di Tempo Interaktif, 25 Januari 2011) bahwa pada tahun ini, gaji presiden bersama sekitar 8.000 pejabat publik akan dinaikkan. Tetapi, mengenai berapa kenaikannya, itu masih dalam perhitungan, antara lain dengan mempertimbangkan biaya hidup di tiap daerah. (selengkapnya)
Konstruksi Kemiskinan di Televisi
Oleh : Acep Muslim
Mengurai Kompleksitas Persoalan Buruh Migran
Oleh : Pungky Desy Christanti
Perempuan Bantul: yang berbicara yang berorganisasi
Oleh : Wulani Sriyuliani
Memahami Metoda Social Network Analysis
Oleh : Pungky Desy Christanti
Maraknya Penggunaan Buruh Outsourcing di Sukabumi
Oleh : Sarah Hermaniar
Diskusi Partisipasi yang Bermakna dan Efektif bagi Kelompok Miskin
Oleh : Wulani Sriyuliani
Menghadapi Fleksibilisasi Tenaga Kerja dengan Gerakan Fleksibel
Oleh : Agus Rakasiwi
Fleksibilitas Tenaga Kerja dan Meluasnya Perekrutan Buruh Tidak Tetap
Oleh : Syarif Arifin
Taktik Merintis Organisasi Perempuan Desa
Oleh : Agus Rakasiwi
selengkapnya
|