AKATIGA

AKATIGA
INFORMASI TERBARU
Ditulis Oleh: AKATIGA   

SUMBER REFERENSI TERBARU
Laporan Mengenai Penelitian AKATIGA Terbaru:
  1. Jurnal Analisis Sosial: Sumber Daya Agraria 
  2. Demumanisasi Anak Marjinal 
  3. From Rural to Global Labour: Transnasional Migration and Agrarian Change in Indonesia and the Philippines.
  4. Report BDS CD Profiling "Association of Woman Small Business Assistance (ASPPUK) Indonesia"
  5. Gerakan politik Forum Paguyuban Petani Kabupaten Batang (FPPB).
Selengkapnya mengenai laporan penelitian terbaru AKATIGA, bisa di lihat dan di unduh di diseminasi penelitian-penelitian AKATIGA di Sumber Refensi, kategori PENELITIAN AKATIGA (klik disini)

BERITA TERKINI

PERDESAAN, MIGRASI DAN PERUBAHAN PENGHIDUPAN[1]:

SEBUAH KAJIAN LITERATUR

Deni Mukbar[2]

Penghidupan dalam pengertian sederhana bermakna sebagai upaya yang dilakukan setiap orang untuk memperoleh penghasilan, termasuk kapabilitas mereka, asset yang dapat dihitung seperti ketersediaan dan sumber daya, serta asset yang tak bisa dihitung seperti klaim dan akses. Sementara itu, konsep penghidupan berkelanjutan dimaknai sebagai “kemampuan, aset (pasar, sumberdaya, klaim kepemilikan, dan aset) serta aktivitas-akitivitas yang diperlukan untuk menunjang kehidupan” (WCED 1987 dalam Chambers & Conway 1991: 9-12). Dengan kata lain, penghidupan dapat dipahami sebagai ketahanan untuk menunjang pemulihan atau perbaikan dari goncangan atau tekanan; kemampuan memelihara atau meningkatkan aset; dan ketahanan menyediakan peluang penghidupan untuk menyokong manfaat penghidupan generasi mendatang  dalam skala lokal dan dalam jangka pendek atau panjang” (Selengkapnya)
[1]Tulisan ini merupakan bagian dari studi literatur dalam penelitian From Rural to Global Labor: Transnational Migration and Agrarian Change in Indonesia and the Philippines yang dilakukan Yayasan AKATIGA Bandung dan Department of Geography University of the Philippines, tahun 2009.
[2] Peneliti Yayasan AKATIGA.

 

Tinjauan Studi

Kebijakan Terkait Migrasi dan Pola Migrasi[1]

Deni Mukbar[2]

Mobilitas penduduk menuju perkotaan di Indonesia meningkat sangat tajam. Salah satu indikator yang membuktikan hal itu adalah angka pertumbuhan penduduk kota yang sangat tinggi. Migrasi masuk ke kota sangat erat kaitannya dengan kebijakan pembangunan yang bersifat bias kota (urban bias), perkotaan menjadi pusat dari berbagai kegiatan pembangunan, mulai dari perdagangan, industri sampai dengan administrasi dan pembangunan politik (Todaro 1976 dan Hugo 1979, dalam Romdiati & Noveria 2004:3). Hal ini menyebabkan kota besar, seperti Jakarta, tidak terhindarkan lagi menjadi daya tarik yang kuat bagi penduduk dari daerah-daerah lain. Perkotaan menyediakan kesempatan kerja dan usaha ekonomi di berbagai bidang, sementara di daerah asal mereka menghadapi keterbatasan kesempatan ekonomi. Artinya, perpindahan penduduk terjadi akibat tingginya upah yang dapat diperoleh di daerah tujuan. Kondisi nyata pendatang menuju perkotaan terlihat paska perayaan Idul Fitri. Kaum migran yang kembali dari kampung halamannya beberapa diantaranya malah membawa serta kerabatnya menuju kota.(Selengkapnya)


[1] Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka untuk penyusunan Profil penelitian From Rural to Global Labor: Transnational Migration and Agrarian Change in Indonesia and the Philippines yang dilakukan Yayasan AKATIGA Bandung dan Department of Geography University of the Philippines, tahun 2009.

[2] Peneliti Yayasan AKATIGA. 

 

BERITA LAINNYA:

KEMISKINAN KIAN MERISAUKAN

JAKARTA, KOMPAS - Laju penurunan angka kemiskinan semakin lambat. Di sisi lain, angka inflasi meningkat seiring kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Belum terhitung beban masyarakat, termasuk mereka yang marjinal, seiring kenaikan tarif dasar listrik per 1 Juli 2010. Beban semakin berat. Kemiskinan kian merisaukan. Laju kemiskinan yang semakin melambat dilansir oleh Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan. Laju penurunan angka kemiskinan selama Maret 2009-Maret 2010 hanya 0,82 persen. Lebih lambat dibandingkan dengan periode Maret 2008-Maret 2009 sebesar 1,27 persen. ”Target angka kemiskinan nasional 11 persen tahun ini bakal sulit tercapai,” ujar Rusman.

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2010 mencapai 31,02 juta orang atau 13,33 persen. Berkurang 1,51 juta orang jika dibandingkan dengan Maret 2009 sebanyak 32,53 juta orang (14,15 persen). Catatan pengamat ekonomi Faisal Basri menyebutkan, dalam 15 tahun ini angka kemiskinan absolut turun, tetapi lambat, yakni dari 17,7 persen tahun 1996 menjadi 13,3 persen tahun 2010. Bahkan, pada tahun 2006, angka kemiskinan absolut naik cukup tajam menjadi 17,8 persen dibanding 16 persen tahun 2005. (selengkapnya)

1

MERISAUKAN ALAM DEMOKRASI
Sediono M.P. Tjondronegoro
tjondro1 Pengantar Redaksi: Tanggal 28 Juni 2010, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-45m harian Kompas kembali memberikan penghargaan kepada lima cendekiawan berdedikasi. Penghargaan tahun ini diberikan kepada Advokat Adnan Buyung Nasution, Astronom Bambang Hidayat, Sejarahwan RP Soejono, Sosiolog Sediono MP Tjondronegoro, dan Sosiolog Mely G Tan. Penghargaan serupa telah diberikan harian Kompas pada 2008 dan 2009.

Rumah yang dinaungi pohon-pohon rindang di Kota Bogor, tak jauh dari mulut pintu Tol Jagorawi, itu kini tak lagi sepi seperti satu setengah tahun lalu ketika Kompas berkunjung ke sana. Prof Dr Sediono MP Tjondronegoro tak lagi tinggal sendiri karena anak tertuanya, beserta istri dan dua anak mereka, tinggal di situ juga.

"Sekarang jadi lebih ramai sedikit," kata Prof Tjondro. Jumat (4/6/2010) sore itu dua cucunya yang masih kecil bermain-main di ruang tengah. "Ibu mereka, menantu saya, dokter kandungan, berpraktik di dua rumah sakit. Dia sering dipanggil untuk menolong persalinan. Saya jadi ragu, apa iya pertumbuhan penduduk kita sudah benar terkendali," kata Prof Tjondro. (selengkapnya)

2


WITH CONCESSIONS, HONDA STRIKE FIZZLES IN CHINA
The New York Times by Keith Bradsher

strike-articlelargeZHONGSHAN, China — A strike at a Honda auto parts factory here in southeastern China collapsed on Monday morning, as Honda's hiring of hundreds of replacement workers on Sunday prompted most of the strikers to return to work.

More than 100 strikers held a rally outside the factory on Monday morning, watching silently and despondently as replacement workers and former strikers filed through the factory gates. A factory manager with the voice of an auctioneer counted off the minutes until the morning shift started and exhorted the strikers to return to work, using lines like,

"We won't give your job to the new workers if you come in now." In the last five minutes before the gates closed, all but half a dozen strikers went back into the factory, stricken looks on their faces. Some strikers had stayed home from the rally, and may have lost their jobs. The factory raised wages and benefits, although the increase fell far short of what the strikers had demanded.(selengkapnya)

3

A LABOR MOVEMENT STIRS IN CHINA
The New York Times by Keith Bradsher

labor movementZHONGSHAN, China — Striking workers at a Honda auto parts plant here are demanding the right to form their own labor union, something officially forbidden in China, and held a protest march Friday morning. Meanwhile, other scattered strikes have begun to ripple into Chinese provinces previously untouched by the labor unrest.

A near doubling of wages is the primary goal of the approximately 1,700 Honda workers on strike here in this southeastern China city, at the third Honda auto parts factory to face a work stoppage in the last two weeks. A chanting but nonviolent crowd of workers gathered outside the factory gates on Friday morning and held a short protest march before dissolving into a large group of milling young workers who filled the two-lane road for more than a block outside the factory. (selengkapnya)

4

 

UNJUK RASA BURUH TUNTUT JAMINAN SOSIAL
Mawar Kusuma Wulan (H.U KOMPAS)

Lebih dari 300 buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Yogyakarta menuntut pemerintah untuk segera memberlakukan Sistem Jaminan Sosial Nasional seperti yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004. UU tersebut menjanjikan pemberian jaminan kesehatan, kecelakaan, kematian, dan pensiun bagi semua rakyat. Sekretaris Jenderal Aliansi Buruh Yogyakarta Kirnadi berharap pemerintah segera membuat aturan pelaksanaan berupa UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"RUU BPJS merupakan pertaruhan besar karena ribuan buruh hidup tanpa ada jaminan," ujar Kirnadi, Sabtu (1/5/2010). Aliansi Buruh Yogyakarta yang beranggotakan 20.000 buruh di Yogyakarta menilai pemerintah gagal melindungi buruh dari ancaman pemutusan hubungan kerja, buruh kontrak, upah murah, dan pemberangusan serikat pekerja/buruh. Kelompok demonstran, seperti Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan Aliansi Gerak Reforma Agraria (AGRA), turut menuntut upah layak dan penghapusan sistem kerja kontrak.(selengkapnya)

5

SERIBU BURUH PERINGATI MAY DAY
Sabtu, 1 Mei 2010 | 13:59 WIB Yogyakarta, Kompas

Sekitar 1.000 buruh di wilayah DIY akan memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan aksi di sejumlah titik, Sabtu (1/5). Masalah perburuhan yang akan disuarakan, antara lain, jaminan sosial bagi tenaga kerja dan penghapusan sistem kontrak. Peringatan diharapkan berlangsung damai. Sekretaris Jenderal Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Kirnadi menuturkan, sejumlah serikat pekerja dan elemen lain yang tergabung dalam ABY akan mengawali aksi mereka dari Kantor Bupati Sleman-Taman Parkir Abubakar Ali-DPRD DIY-Kantor Gubernur DIY dan Gedung Agung. Pada peringatan May Day akan ada sekitar 700 orang dari ABY yang terlibat.

"Namun, jumlahnya bisa lebih dari itu karena sejumlah serikat pekerja yang lain belum bergabung," kata Dewan Presidium ABY Tigan Solin.(selengkapnya)

6

THE RISE AND FALL OF INDONESIA'S WOMAN MOVEMENT
Dian Kuswandini, The Jakarta Post.

Girls are made of sugar and spice, and everything nice. Boys are made of snips and snails, and puppy-dog tails. The famous lines — made popular through an old nursery rhyme — might sound nothing but funny to us. But if we look beyond those amusing words, we will soon realize they are ridden with gender stereotypes. Yes, like it or not, the rhyme assumes that women should possess loving, kind and sweet personalities – as opposed to the tough, rough and aggressive traits said to belong to men. (selengkapnya)

7

ITB MENGAKU KECOLONGAN TERKAIT KASUS PLAGIARISME
ANTARA NEWS, Bandung.

Institut Teknologi Bandung, mengaku kecolongan atas tindakan mahasiswa S3 STEI ITB, Mochammad Zuliansyah, yang menjiplak makalah ilmuan asal Austria, Siyka Zlatanova.

"Tentu saja, kita kecolongan sekali dan sebagai Ketua Promotor Disertasinya (Mochammad Zuliansyah) saya merasa sangat terpukul," kata Ketua Promotor atau Dosen Pembimbing pelaku penjibplakan, Prod DR Carmadi Machbub, di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari Bandung, Senin. (selengkapnya)

8

PLAGIARISME ILMIAH BIASANYA TERJADI DI PROGRAM MASTER DAN DOKTOR
TEMPO Interaktif. Jakarta

Ketua Senat akademik IPB, Prof. Dr. Ir Dudung Darusman mengatakan plagiarisme karya ilmiah biasanya terjadi pada program Master dan Doktor. “Sampai saat ini belum ada sanksi tegas terhadap orang yang melakukan plagiat. Paling mahasiswa tersebut disuruh membuat judul tesis atau disertasi baru,” kata dia kepada Tempo di Bogor, Kamis (04/03). Dudung mengatakan mengatakan kasus plagiat terjadi di semua perguruan tinggi negeri maupun swasta. Di IPB pun, kata dia, juga pernah terjadi.

"Namun ada yang terungkap dan ada yang tidak." Dudung Darusman mengungkapkan hal tersebut disela-sela acara diskusi mengenai Plagiarisme karya Ilmiah di kampus Institut Pertanian Bogor Darmaga, Kamis (4/3) siang. Dalam acara ini sekaligus diluncurkan buku berjudul "Etika Penulisan Karya Ilmiah" karya Dr Gunawan Wiradi yang diterbitkan Akatiga--sebuah LSM di Bandung. Pembicara dalam diskusi ini, antara lain, Dr. Gunawan Wiradi , Prof. Dr. Aunu Rauf, dan Prof. Dr. Yonni Kusmaryono.(selengkapnya)

9


ETIKA PENULISAN KARYA ILMIAH

Gunawan Wiradi

etikaDalam komunitas keilmuan dikenal maksim “Publish or Perish”. Maksim yang berbunyi demikian itu, memicu dan memacu para akademisien untuk menghasilkan karya ilmiah. Seorang ilmuwan akan diakui kehadirannya melalui tulisan-tulisan. Mereka adalah orang-orang yang “berpikir-dengan-tanganya”. Menulis sebuah karya ilmiah merupakan suatu genre tulisan tersendiri yang berbeda dari menulis puisi, novel, cerpen atau karya-karya yang lain.

Karya karya tersebut berbeda dalam format penulisan, dalam hal ini format penulisan ilmiah. Oleh karena itu para penulis karya ilmiah barang tentu perlu memiliki pengertian tentang format tersebut bagaimanapun sederhananya. Buku yang ditulis oleh sdr. Gunawan Wiradi ini menambah informasi dan wawasan bagi kita tentang seluk-beluk penulisan karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi komunitas akademis. Kelebihan dari tulisan ini adalah fokusnya kepada masalah etika, yaitu etika penulisan karya ilmiah.(selengkapnya)

10

MENUJU UPAH LAYAK
Indrasari Tjandraningsih & Rina Herawati

upah_layakPersoalan upah minimum buruh di Indonesia belum selesai diperdebatkan. Inti perdebatan terletak pada ketidakcukupannya untuk memenuhi kebutuhan hidup di sisi buruh dan kenaikannya setiap tahun yang memberatkan di sisi pengusaha. Salah satu gagasan untuk mencari jalan keluar dari perdebatan ini ini adalah dilontarkannya konsep upah layak. Konsep upah layak di tingkat internasional digagas oleh ITGLWF – Serikat Internasional untuk Pekerja Tekstil garmen dan Kulit yang disebarluaskan kepada afiliasinya di tingkat regional dan nasional.

Afiliasi nasional di Indonesia yakni SPN – Serikat Pekerja Nasional dan Garteks SBSI – Garmen Tekstil Serikat Buruh Sejahtera Indonesia menyambut gagasan ini dan sepakat untuk melakukan survey yang akan dijadikan data pendukung merumuskan konsep upah layak untuk Indonesia. Survey ini dilaksanakan melalui kerjasama antara SPN dan Garteks SBSI dengan bantuan teknis oleh AKATIGA yang didukung secara financial oleh FES – Friedrich Ebert Stiftung kantor Jakarta dan TWARO – Textile Workers Association Regional Office. Seluruh proyek kegiatan dilaksanakan selama (enam) bulan dan kegiatan surveynya sendiri dilaksanakan bulan Maret dan April 2009. (selengkapnya)

 

PUBLIKASI AKATIGA


kapitalisasi pedesaan
BUKU TERBITAN AKATIGA

jurnal analisis sosial
JURNAL ANALISIS SOSIAL


SERI LAPORAN PENELITIAN

katalogpublikasi
KATALOG PUBLIKASI AKATIGA
klik disini untuk mendowload
katalog publikasi AKATIGA

PENGUNJUNG

Kami memiliki 2 Tamu online
Anggota : 1184
Konten : 50
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 62327

TEMA PENELITIAN AKATIGA

Berangkat dari berbagai  faktor yang  mempengaruhi, sejak tahun 2006 AKATIGA memandang  perlu untuk membangun tema-tema penelitian yang terintegrasi di antara tema-tema tradisional yang menjadi ciri penelitian AKATIGA selama 18 tahun ini (BURUH,  AGRARIA, USAHA KECIL-MENENGAH, INSTITUSI dan TATA KEPEMERINTAHAN). Akumulasi studi-studi yang dilakukan AKATIGA memperlihatkan adanya urgensi untuk mengembangkan tema besar untuk dijadikan kajian untuk menyumbang proses pembelajaran, pemahaman dan merumuskan rekomendasi bagi gerakan sosial/ masyarakat sipil maupun bagi proses kebijakan di Indonesia.Beberapa  tema besar yang akan menjadi fokus  penelitian AKATIGA ke depan adalah PERUBAHAN PEDESAAN, DINAMIKA GERAKAN SOSIAL/MASYARAKAT serta PENANGGULANGAN KEMISKINAN dan TATA KEPEMERINTAHAN yang diletakkan dalam kerangka keterkaitan di tingkat lokal dan global.

INFO DAN AGENDA AKATIGA


JURNAL ANALISIS SOSIAL
Jurnal Analisis Sosial, yang merupakan salah satu diseminasi penelitian AKATIGA, beberapa edisi Jurnal Analisis Sosial kini dapat didownload secara gratis

SITUS TERKAIT


ff

hivos

fes

csas

eu

seasref
 
oxfam
taf
Anda Berada Dihalaman  : Home

PETA SITUS AKATIGA

sitemap Peta Situs Akatiga
akatiga