akatiga.org

Studi Kemandirian Pangan

Studi Kemandirian Pangan

Indonesia, yang pernah menikmati swasembada pangan tahun 1980-an, kini menempati posisi ke-empat sebagai negara pengimpor beras terbesar di dunia. Setiap tahun, Indonesia mengimpor beras 1,5 juta ton untuk memenuhi konsumsi beras nasional. Konsumsi beras per kapita memang mengalami penurunan sejak Tahun 2008 sebesar 93,4%/kapita menjadi 87,23 kg/kapita pada Tahun 2012. Namun, jumlah itu masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia.

 

Situasi ini membuat posisi Indonesia rentan karena negara-negara penyuplai beras mulai mengurangi ekspor berasnya akibat perubahan iklim yang berpengaruh langsung terhadap produktivitas beras. Atas dasar itu, Indonesia harus mulai mandiri pangan. Di sisi lain, pemenuhan pasokan beras domestik menghadapi beberapa kendala yaitu alih fungsi lahan sawah menjadi fungsi lainnya, pergeseran preferensi pekerjaan anak muda perdesaan ke non pertanian sawah, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian yang tidak menjadi prioritas, dan besar konsumsi beras yang masih tinggi di Indonesia.

Jika terjadi kerawanan pangan, masyarakat miskin adalah pihak paling rentan yang terkena dampaknya. Adapun 78,11 persen masyarakat miskin saat ini tinggal di pedesaan (BPS, 2012). Mereka juga tergantung pada pertanian skala kecil. Pertanian padi skala kecil masih merupakan pilihan yang unggul bagi penyediaan pangan karena cenderung lebih stabil dan dapat membantu menyelesaikan persoalan kemiskinan lokal.

AKATIGA, bekerjasama dengan Formasi dan SurveyMETER, melaksanakan Studi Kemandirian Pangan di tiga provinsi di Indonesia, yakni: Jawa Barat (Karawang dan Indramayu), Jawa Tengah (Kebumen dan Cilacap), dan Sulawesi Selatan (Bone dan Wajo). Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi masalah-masalah dan potensi-potensi pertanian padi skala kecil di Indonesia dalam memenuhi desakan kemandirian pangan, baik di tingkat nasional maupun di tingkat lokal. Hasil studi juga akan menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada pembuat kebijakan pada  pergantian kepemimpinan di tahun 2014.

Penelitian lapangan dilaksanakan sejak Agustus 2013 hingga Oktober 2013 dengan menurunkan delapan peneliti AKATIGA, dua peneliti Surveymeter, dan tiga  peneliti Formasi.

Download Laporan
- Tanah untuk Penggarap? Penguasaan Tanah dan Struktur Agraris di Beberapa Desa Penghasil Padi
- Menguak Realitas Orang Muda Sektor Pertanian di Perdesaan
- Sistem Pertanian Padi Indonesia dalam Perspektif Efisiensi Sosial 

Apa itu Akatiga?

Lembaga Pusat Penelitian Sosial yang mengkaji isu-isu sosial untuk pengentasan kemiskinan bagi kaum marginal di Indonesia.

Alamat

Jl. Tubagus Ismail II. No 2.
Bandung 40134. Jawa Barat - Indonesia.

Phone: 022 2502302
Fax: 022 2535824

E-mail: akatiga@indo.net.id

  

Berlangganan

Hasil studi, Berita dan opini di email anda

Peta

Anda disini: Penelitian Galeri Penelitian Studi Kemandirian Pangan