akatiga.org

30 September 2015 By In Artikel

Tanggal 23 September nanti kita akan memperingati Hari Tani Nasional. Di era SBY tanggal ini juga telah ditetapkan sebagai Hari Agraria Nasional. Menteri Pertanian menyatakan bahwa jika tak ada pengaruh berarti dari elnino, diperkirakan tahun 2016 swasembada pangan tercapai. Kedaulatan pangan dan keadilan agraria telah pula menjadi agenda utama Pemerintahan Jokowi. Namun, dominasi perusahaan multinasional dalam sektor benih akan menandai sejarah swasembada pangan kali ini sebagai swasembada pangan tanpa kedaulatan Petani.

31 Juli 2015 By In Artikel

Bandung, 19 Mei 2014.

Dengan senang hati AKATIGA mengumumkan penunjukan Fauzan Djamal sebagai direktur eksekutif yang baru dengan masa jabatan yang efektif dimulai pada tanggal 12 Mei 2014. Fauzan Djamal menggantikan Nurul Widyaningrum yang telah bergabung dengan AKATIGA sejak tahun 1999, mulai memimpin AKATIGA sejak 2007 dan beliau akan melanjutkan studi doktoralnya.

31 Juli 2015 By In Artikel

Dalam bukunya “Ïndonesia Kita”, Nurcholish Madjid menuliskan bahwa salah satu dari 10 platform politik untuk memperbaiki bangsa dan Negara Indonesia adalah mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat sebagai tujuan bernegara. 

15 April 2015 By In Artikel

AKATIGA and Ben White

Afar (29) is the son of a tenant rice farmer in Wajo, South Sulawesi. He works as a garment trader in the Bombana mining region of Northeast Sulawesi, several hours and a ferry crossing away from home.

07 April 2014 By In Artikel

Jan Breman singgah di Bandung. Ia datang bersama istrinya, Ilse Burke, buat memperkenalkan dan mendiskusikan bukunya, Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Priangan dari Tanam Paksa Kopi di Jawa, 1720-1870 (2014). Acaranya berlangsung di sekretariat Common Room, wadah jejaring kerja budaya, di Muararajeun, Rabu siang (26/04).

07 April 2014 By In Artikel

Judul:Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Priangan dari Tanam Paksa Kopi di Jawa, 1720-1870

Penulis: Jan Breman
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014
Tebal: xvi + 400 halaman
ISBN: 978-979-461-874-5

03 Maret 2014 By In Artikel

Baru-baru ini masyarakat digemparkan oleh berita tentang masalah penjiplakan atau “plagiat” (atau dalam dalam bahasa Inggris “plagiarism”). Khususnya dalam kalangan akademik, masalah tersebut menjadi wacana yang serius, karena tuduhan penjiplakan itu menimpa seorang dosen Universitas Gajah Mada, Prof Dr Anggito Abimanyu. Tidak hanya dunia akademik, masyarakat umum pun turut dikejutkan karena disamping sebagai dosen, Anggito adalah seorang Direktur Jenderal dari suatu Kementerian, yang berarti seorang tokoh publik.

25 Februari 2014 By In Artikel

A. PENDAHULUAN

Pembangunan di Indonesia yang amat berbias kota. Membawa akibat  persoalan perburuhan di perkotaan menjadi amat krusial. BPS mencatat bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja di perkotaan pada Februari tahun 2013 adalah 67% dan tingkat pengangguran terbuka di kota jauh lebih tinggi (7,66% untuk 2012) dibandingkan di desa (4,72%). Karena ciri pasar tenaga kerja indonesia yang dualistik maka tenaga kerja di kota menunjukkan ciri yang sama: buruh di sektor formal dan di sektor informal. Sesuai dengan karakteristiknya maka sektor formal mudah direkam datanya dan akses terhadap kesempatan kerja di sektor formal di kota dua kali lipat (56%) lebih banyak dibandingkan dengan akses terhadap sektor formal di desa (24%)  (ceds, 2012).

10 Februari 2014 By In Artikel

Artikel ini  juga dimuat dalam buku Menemukan Konsensus Kebangsaan Baru : Negara, Pasar, dan Cita-cita Keadilan yang ditulis Faisal Basri, diedit oleh Dinna Wisnu dan Ihsan Ali-Fauzi dan diterbitkan oleh PUSAD Paramadina-Ford Foundation-Asia Foundation Desember 2013.

Dalam bukunya “Indonesia Kita”, Nurcholish Madjid menuliskan bahwa salah satu dari 10 platform politik untuk memperbaiki bangsa dan Negara Indonesia adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat sebagai tujuan bernegara.  Di Indonesia kini yang sebagian warganya semakin kaya dan sejahtera, masih lebih besar bagian warganya yang belum menikmati kue kesejahteraan. Bagian besar warga itu adalah kaum pekerja yang dalam sebuah situasi persaingan  global menjadi kelompok yang masih harus berjuang untuk dapat mencicipi kue itu. Apa yang terjadi pada pekerja di Indonesia?

23 Januari 2014 By In Artikel

PENETAPAN UPAH MINIMUM: ANTARA AKSI UNJUK RASA, KEGAMANGAN PEMERINTAH DAN ANCAMAN RELOKASI INDUSTRI

Tahun 2013 telah berlalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2013 masih diwarnai dengan rangkaian aksi unjuk rasa buruh terkait penetapan Upah Minimum. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya: Mengapa buruh terus melakukan aksi unjuk rasa? Di sisi lain, menghadapi aksi unjuk rasa dan tuntutan buruh/ Serikat Buruh, pengusaha kembali mengeluarkan ancaman untuk melakukan relokasi industry. Sementara itu, pemerintah baik di pusat maupun daerah tampaknya masih terus gamang dalam menetapkan dan mengimplementasikan berbagai kebijakan perburuhan. Bagaimana kita melihat fenomena ini?

25 November 2013 By In Artikel

 Dimuat di Pikiran Rakyat, Teropong, Halaman 15, Senin 11 November 2013.

Setiap tahun dalam kuartal terakhir- terutama di antara bulan Oktober hingga Desember - dunia ketenagakerjaan di Indonesia diwarnai oleh aksi kolektif buruh dalam bentuk demonstrasi dan unjuk eksistensi. Saat itu adalah dimulainya proses penghitungan kenaikan upah minimum kota/kabupaten dan provinsi. Proses ini dilakukan dalam institusi Dewan Pengupahan yang terdiri dari tiga pihak atau tripartit yakni serikat buruh/pekerja, asosiasi pengusaha dan pemerintah.

11 November 2013 By In Artikel

Riset adalah penelusuran dan pembuktian. Ikhtiar melakoni dunia ini kerap dianggap sunyi dan sepi. Namun, upaya melakukan riset dan eksperimen untuk menjawab persoalan keseharian sebenarnya selalu terbuka dan menarik dijelajahi. Kuliah Umum AKATIGA yang diselenggarakan bekerjasama dengan Jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Jumat (1/11), mencoba menelusuri ruang-ruang itu.

08 November 2013 By In Artikel

One signal of Indonesia’s industrial relations dynamics over the last few years is the high intensity of workers actions. In Jakarta alone the local police recorded no less than 1,050 workers actions in 2012 with consistent demands: wage increase and improvement of working conditions. Worker demonstrations also show a pattern in terms of timing — May Day and the last quarter of the year (during negotiations for the annual minimum wage increase). Since 2010, besides demands on wage increase and welfare, worker demonstrations have also demanded the implementation of universal social security.

13 September 2013 By In Artikel

This article discusses labor outsourcing as the main form of precarious work in Indonesia. It is argued that demands for labor flexibility and the expansion of precarious work show that the state’s role in protecting workers is being cast aside as Indonesia’s peripheral position in global capitalism sees the state sponsoring a “labor flexibility regime.”

20 Agustus 2013 By In Artikel

Perlindungan sosial adalah paket kebijakan negara yang harus mencakup seluruh warga negara sejak berada dalam kandungan hingga meninggal. Sebagai bagian dari kebijakan, perlindungan sosial harus diorganisir oleh negara. Pada kasus negara maju, perlindungan sosial dijamin sejak ibu hamil dan bayi dalam kandungan karena negara ingin memastikan lahirnya generasi yang lebih baik.

Perlindungan sosial adalah hak warga negara. Atas dasar itulah, warga berhak menagih dan meminta pertanggungjawaban penyelenggara negara bilamana hak ini tidak dipenuhi.  Untuk menagih hak atas perlindungan sosial, warga dapat melihatnya dari tiga sisi, yakni sisi akses, kuantitas, dan kualitas. Pada kasus pelayanan kesehatan maka bisa dijabarkan misalnya sebagai berikut: apakah warga negara bisa mengakses layanan rumah sakit, apakah layanan yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan warga, dan apakah layanan yang ada berkualitas. Ketiga sisi ini dapat tercermin dalam anggaran negara. Anggaran negara tak lain adalah pertanggungjawaban penyelenggara negara untuk menjamin perlindungan sosial dari sisi akses, kuantitas, dan kualitas.

18 Agustus 2013 By In Artikel

Kami tengah merancang ulang website kami agar lebih mudah, nyaman, dan aman digunakan. Saat ini pengerjaannya sudah sampai ke tahap Beta. Ini artinya, website sudah dapat digunakan oleh pengguna luas dan disempurnakan melaluinya. Mohon maaf bila terdapat gangguan dan silahkan manfaatkan halaman kontak atau kolom komentar di bagian bawah halaman ini untuk memberikan masukan, dan komentar.

Salam

Taufik Rahayu

Website Manager/ Librarian

 

Halaman 1 dari 3

Apa itu Akatiga?

Lembaga Pusat Penelitian Sosial yang mengkaji isu-isu sosial untuk pengentasan kemiskinan bagi kaum marginal di Indonesia.

Alamat

Jl. Tubagus Ismail II. No 2.
Bandung 40134. Jawa Barat - Indonesia.

Phone: 022 2502302
Fax: 022 2535824

E-mail: akatiga@indo.net.id

  

Berlangganan

Hasil studi, Berita dan opini di email anda

Peta

Anda disini: Publikasi Artikel