akatiga.org

Menjelajahi Ruang-Ruang Riset

11 November 2013 By In Artikel
Rate this item
(0 votes)

Riset adalah penelusuran dan pembuktian. Ikhtiar melakoni dunia ini kerap dianggap sunyi dan sepi. Namun, upaya melakukan riset dan eksperimen untuk menjawab persoalan keseharian sebenarnya selalu terbuka dan menarik dijelajahi. Kuliah Umum AKATIGA yang diselenggarakan bekerjasama dengan Jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Jumat (1/11), mencoba menelusuri ruang-ruang itu.

 

Riset bisa dipicu oleh kegelisahan akan lingkungan sekitar, sebagaimana yang dialami oleh Seterhen Akbar dari Riset Indie. Gemas akan kondisi lalu –lintas di Bandung yang carut-marut dan kemacetan setiap hari, dia berasumsi bahwa permasalahan terletak pada transportasi. Mayoritas penduduk menggunakan mobil pribadi ketimbang angkutan umum sehingga penumpang angkutan semakin berkurang. Supir angkutan, untuk mengejar target pemasukan, berhenti di sembarang tempat yang menjadi salah satu penyebab tersendatnya lalu lintas.

Dari pengamatan di lapangan, kemudian muncul ide untuk menciptakan kondisi lalu-lintas yang lancar, angkutan umum tidak berhenti di sembarang tempat, dan orang-orang kembali ke angkutan umum. Ide itu diakumulasi dan diterapkan menjadi sebuah eksperimen bertajuk Angkot Day. Dalam satu hari saja (20 September 2013) pukul 05.00 – 19.00, satu trayek angkutan umum Kalapa-Dago digratiskan. Pengalaman naik angkutan umum dalam sehari dibuat nyaman bagi penumpang, sementara supir tidak perlu mencemaskan pemasukan. Kegiatan ini melibatkan 236 angkutan umum dan 300 relawan. Pendanaan dikumpulkan dari warga masyarakat yang dapat dipantau melalui situs www.wujudkan.com.

Dalam kegiatan sehari ini juga dikumpulkan data-data penting tentang siapa penumpang angkutan umum, mengapa mereka memilih angkutan umum, dan bagaimana harapan mereka terhadap angkutan umum. Eksperimen ini menyodorkan purwarupa sistem pengelolaan angkutan umum di Kota Bandung. Hasil riset ini juga telah disampaikan kepada Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Bagi Akbar, riset menjadi bukti nyata yang penting dalam memberikan masukan. Riset menyediakan data dan fakta yang menjadi dasar bagi argumen. Dalam kegiatan Angkot Day, riset menunjukkan bahwa 70 persen pengguna angkutan umum adalah perempuan dengan usia 11-30 tahun. Melihat data itu, artinya kenyamanan dan keamanan angkutan umum penting agar penumpang tetap menggunakan angkutan umum bahkan sampai malam hari.

Riset juga dapat menjadi dasar bagi pembuatan kebijakan. Hal ini yang tengah didorong AKATIGA sebagai lembaga riset independen. Pengambilan data mikro di lapangan dipadu dengan analisis data kemudian diolah menjadi input yang berguna bagi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, juga masyarakat. Direktur AKTIGA Nurul Widyaningrum menyadari peran riset semakin besar dalam advokasi dan pengambilan kebijakan. Tantangannya kini adalah mendorong agar riset bisa diambil dan digunakan oleh pengambil kebijakan.

AKATIGA bersama serikat buruh, misalnya, diundang Walikota Bandung Ridwan Kamil, Selasa (29/10) untuk mendiskusikan dampak kenaikan upah terhadap perekonomian. Isu perburuhan menjadi salah satu fokus AKATIGA sejak berdiri tahun 1991. Riset AKATIGA tentang upah misalnya Upah Layak menelusuri komponen-komponen yang harus diperjuangkan agar buruh dan keluarganya hidup layak.

Pemaparan Riset Indie dan AKATIGA sama-sama menunjukkan, peluang melakukan berbagai riset semakin terbuka di masa depan. Akbar menyadari, generasi masa kini dengan kemudahan teknologi dan kelihaian mendayagunakan internet, mampu membuat riset yang sederhana dan mengorganisasikan orang-orang dengan mimpi yang sama untuk bekerjasama. Riset bagi Akbar juga bagian dari berbagi. “Dengan pengetahuan kita, kita bisa melakukan sesuatu bagi orang lain dan masyarakat,” ujarnya.

Mereka yang berkecimpung dalam riset tentu datang karena satu hal. “Ada passion. Ada tujuan yang ingin dikejar. Rasanya senang menelusuri sesuatu dan mencari tahu akar masalahnya,” ungkap Nurul.

Riset bukanlah dunia yang sepi, melainkan begitu dinamis dengan interaksi, komunikasi, dan penelusuran yang membawa penelitinya pada berbagai kemungkinan baru. Tertarik?

 

 

 

Read 1974 times Last modified on Senin, 11 November 2013 09:45
Maria S. Sinurat

Manajer Komunikasi

Apa itu Akatiga?

Lembaga Pusat Penelitian Sosial yang mengkaji isu-isu sosial untuk pengentasan kemiskinan bagi kaum marginal di Indonesia.

Alamat

Jl. Tubagus Ismail II. No 2.
Bandung 40134. Jawa Barat - Indonesia.

Phone: 022 2502302
Fax: 022 2535824

E-mail: akatiga@indo.net.id

  

Berlangganan

Hasil studi, Berita dan opini di email anda

Peta

Anda disini: Publikasi Artikel Menjelajahi Ruang-Ruang Riset