akatiga.org

21 Mei 2012 By In Artikel

Acep Muslim, Pustakawan AKATIGA.
Koran Tempo (30 maret 2012) - Atas pertanyaan di atas, sepertinya banyak yang akan mengajukan jawaban positif; bahwa benar Internet akan membuat siapa pun yang menggunakannya semakin pintar (selengkapnya)

20 Februari 2012 By In Artikel

Tahun 2012 kita masuki dengan rangkaian gejolak rakyat kecil yang menuntut dan mempertahankan haknya: buruh menuntut kenaikan upah minimum, petani menuntut lahan, pedagang kakilima  mempertahankan lapaknya. Gejolak ini secara jelas memperlihatkan dua kecenderungan yang semakin tajam. Pertama pengabaian Negara  terhadap kesejahteraan warganegara dan kedua pemihakan pemerintah terhadap pemilik modal.  Kedua kecenderungan  ini  paling jelas tampak dari rangkaian demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah minimum. Ironisnya peristiwa ini terjadi di saat secara makro Indonesia dinyatakan sebagai Negara yang amat diminati investor asing  dan peringkat investasinya dinyatakan terus membaik. Bagaimana menjelaskan ironi ini? Jawabannya ada pada kebijakan investasi yang  ketinggalan jaman  dengan menjual upah murah, di tengah tuntutan investor yang sudah jauh bergeser dari aspek upah upah murah ditambah dengan ketidaktegasan pemerintah terhadap peraturan-peraturannya sendiri.

06 Jun 2011 By In Artikel

Pikiran Rakyat (2 Mei 2011)   -   Menyambut peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei tahun ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sebagian buruh di Jawa Barat merayakannya dengan turun ke jalan membawa berbagai tuntutan. Tema utama yang diusung tahun ini adalah masalah SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) dan outsourcing tenaga kerja(buruh yang dipekerjakan melalui penyedia jasa pekerja/ buruh). Tulisan ini hendak membahas tema kedua, dikaitkan dengan situasi ketenagakerjaan di Jawa Barat saat ini.

23 September 2010 By In Artikel

Persoalan kemiskinan di Negara ini semakin merisaukan. Masalah kemiskinan yang terus meluas di kalangan yang memang sudah miskin: buruh, petani, nelayan, pelaku sector informal, semakin kasat mata.  Upah dan pendapatan kelompok marjinal ini semakin rendah dan semakin tak mampu mengejar lonjakan kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok.

Salah satu kelompok yang sedang menghadapi pemiskinan adalah buruh di sector industri manufaktur. Apabila ditelusuri lebih  ke hulu, kemiskinan buruh di sector industri sesungguhnya merupakan hasil dari kebijakan pemerintah  untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sebagai upaya untuk mengundang sebanyak mungkin investor (asing). Ada dua strategi dasar yang dilakukan pemerintah untuk mendukung kebijakan tersebut yakni  pertama menjalankan kembali politik upah murah dan kedua menerapkan prinsip-prinsip liberal, fleksibel dan terdesentralisasi dalam urusan ketenagakerjaan. Kedua strategi tersebut secara sistematis telah memiskinkan buruh.

27 Agustus 2009 By In Artikel

Berbagai kebijakan penanganan PKL yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung, baik yang bersifat exclusion (penggusuran) maupun inclusion (tendanisasi), terbukti masih belum efektif mengatasi maraknya kegiatan perdagangan jalanan. Bahkan strategi yang dipilih, terutama penggusuran seringkali memunculkan persoalan lain, yaitu kerusuhan dan penurunan kualitas hidup.

Ketidakefektifan tersebut salah satunya terkait dengan persoalan praktis yaitu keterbatasan pemahaman pemerintah akan karakteristik dan tipologi PKL serta ketiadaan dokumentasi sistematis mengenai PKL. Sehingga berbagai kebijakan yang dibuat seringkali tidak didasari atas pemahaman yang tepat terhadap PKL dan cenderung mengabaikan kompleksitas permasalahan dan keterlibatan banyak aktor dalam kegiatan perdagangan kaki lima. Penelitian ini berupaya memberikan pemahaman tentang kebijakan penanganan PKL, karakteristik dan tipologi PKL serta organisasi PKL di Kota Bandung, dengan menjawab 3 pertanyaan:

  • Bagaimana arah kebijakan penanganan PKL di Kota Bandung dan dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan sosial PKL?
  • Apa karakteristik dan tipologi pedagang kaki lima di Kota Bandung? Bagaimana karakteristik ini mempengaruhi kebijakan penanganan PKL?
  • Bagaimana organisasi PKL berperan dalam menghadapi berbagai persoalan yang kerap dihadapi PKL, baik yang terkait dengan aparat pemerintah, preman, dsb?

Penelitian dilakukan di 10 konsentrasi PKL di Kota Bandung dengan mewawancarai 107 PKL  dan sejumlah pengurus organisasi PKL. Selengkapnya...

22 Agustus 2009 By In Artikel

etika

Dalam komunitas keilmuan dikenal maksim Publish or Perish€. Maksim yang berbunyi demikian itu, memicu dan memacu para akademisien untuk menghasilkan karya ilmiah. Seorang ilmuwan akan diakui kehadirannya melalui tulisan-tulisan. Mereka adalah orang-orang yang €œberpikir-dengan-tanganyaâ€. Menulis sebuah karya ilmiah merupakan suatu genre tulisan tersendiri yang berbeda dari menulis puisi, novel, cerpen atau karya-karya yang lain. Karya karya tersebut berbeda dalam format penulisan, dalam hal ini format penulisan ilmiah. Oleh karena itu para penulis karya ilmiah barang tentu perlu memiliki pengertian tentang format tersebut bagaimanapun sederhananya.

Buku yang ditulis sdr. Gunawan Wiradi ini menambah informasi dan wawasan bagi kita tentang seluk-beluk penulisan ilmiah yang sangat bermanfaat bagi komunitas akademis. Kelebihan dari tulisan ini adalah fokusnya kepada etika, yaitu etika penulisan karya ilmiah.

07 Maret 2009 By In Artikel

 Tulisan ini mengenai dampak kapitalisasi pedesaan yang dipergencar dalam Revolusi Hijau terhadap perempuan sebagai kategori sosial-ekonomi. Pertama-tama, tulisan ini mengulas sumber-sumber penghidupan dan saluran-saluran yang melaluinya perempuan masuk untuk memperoleh pendapatan bagi rumah tangganya.

07 Maret 2009 By In Artikel

Pendahuluan

 Salah satu gejala yang tampak hampir di semua saluran penghidupan adalah hubungan berlangganan. Langganan sendiri merupakan istilah yang mengakar dalam budaya dan praktik pertukaran di Jawa (Alexander dan Alexander 2004: 225). Di Wetankali, istilah langganan merujuk pada berbagai hubungan yang cukup luas cakupannya: mulai dari hubungan seorang pemilik warung dan tukang becak yang mengantarnya ke pasar setiap pagi; seorang pedagang pasar dengan bandar yang memasok dagangannya; atau rumah tangga petani dengan seorang pedagang pengangkut yang membeli kelapa dari pekarangannya.

Yang paling pokok dari hubungan berlangganan ini adalah bahwa hubungannya bersifat diadik dan timbal-balik meski salah satu di antaranya jelas-jelas lebih tinggi kedudukan atau kekayaannya. Berlangganan berbeda dengan kasus-kasus patronase, meski seringkali menunjukkan beberapa cirinya. Bila dalam patronase seorang tuan bisa mempunyai beberapa orang anak buah sekaligus dan sebaliknya seorang anak buah hanya boleh punya hubungan pengabdian dengan seorang tuan, maka dalam hubungan berlangganan, seseorang bisa menjalin lebih dari satu ikatan. Selain itu, dasar ikatan dalam berlangganan bukanlah pengabdian tapi tetap nilai tukar komoditi dalam jaringan pasarnya.

11 Februari 2009 By In Artikel

Gejala Kemiskinan Dalam Perspektif Sejarah.

Kemiskinan sebagai gejala dalam masyarakat sudah dikenal sejak makhluk manusia menghuni bumi, tetapi kesadaran untuk memeranginya guna mewujudkan pemerataan baru mulai berkembang setelah timbul hubungan antar-bangsa dan negara yang sekarang bertambah erat, sehingga juga kita dapat membandingkan mana yang kaya dan mana yang miskin. Sepanjang dapat kita telusuri kembali sejak manusia beragama, kemiskinan sudah diakui ada, dan semua agama juga mengandung perintah

11 Februari 2009 By In Artikel

Istilah “miskin” merendahkan martabat.
Istilah “terpinggirkan” secara politik lebih punya makna.


Klarifikasi atas Istilah: Siapakah Kelompok Marjinal itu?

Tidak ada definisi tunggal tentang siapa kelompok yang terpinggirkan. Lazim diasumsikan bahwa mereka yang tergolong kelompok terpinggirkan (marjinal) adalah mereka yang miskin. Namun, terpinggirkan dan miskin tidak serta merta sama. Orang miskin biasanya masuk dalam kelompok terpinggirkan, tetapi orang yang terpinggirkan tidak selalu bisa disebut miskin. Bagaimana lantas kelompok-kelompok terpinggirkan

11 Februari 2009 By In Artikel

Dalam usia dua pertiga masa kepemimpinan dan kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Indonesia, sebenarnya telah ada tanda-tanda yang sangat jelas dan sistematis untuk menghapuskan kemiskinan dan membentengi keluarga-keluarga miskin dengan jaminan dan perlindungan sosial yang cukup signifikan. Pada awal tahun pemerintahan SBY telah dimulai dengan rangkaian langkah-langkah penyusunan Strategi Penghapusan Kemiskinan Nasional (SPKN) yang cukup alot .

30 Januari 2009 By In Artikel

Instead of being a focus for growth and prosperity, the cities have become a dumping ground for a surplus population working in unskilled, unprotected and low-wage informal service industries and trade.’ (UN Habitat 2003, dalam (Davis 2004)

Tulisan ini akan melihat perkembangan sektor informal dan kawasan kumuh di perkotaan dalam kaitannya dengan peningkatan jumlah penduduk di perkotaan serta respon dari kebijakan dan perencanaan kota. Terlihat bahwa meskipun urbanisasi menjadi semacam hal yang tak terelakkan (sebagai akibat proses dari berkurangnya kesempatan kerja di pedesaan) dan meskipun sektor informal mempunyai peranan penting

30 Januari 2009 By In Artikel

ABSTRAK

Tulisan ini ialah tentang berbagai dinamika penghidupan di pedesaan Jawa dengan kasus sebuah desa pertanian sawah di Jawa Tengah bagian selatan. Ada keragaman sumber dan saluran penghidupan. Begitu pula ketimpangan kepemilikan dan penguasaan kekuatan produktif di antara penduduk yang menghantar

pada kemiskinan di sebagian besar dapur rumah tangga. Bukan kapitalisme sendirian, bukan pula revolusi hijau. Akarnya ada dalam tatanan produksi lama yang diperparah oleh persaingan bebas tanpa kendali yang akibatkan peran pemerintah desa kian kecil sebagai pelindung lapisan miskin warganya. Oleh sebab itu, upaya penguatan kembali pemerintah desa mestinya ada dalam konteks perlindungan terhadap penghidupan warga golongan miskinnya.

30 Januari 2009 By In Artikel

that even in the storm we find some light
(Looking through the eyes of Love-Melissa Manchester)

bahwa di tengah badai sekalipun selalu akan kita temukan berkas-berkas cahaya

LATAR BELAKANG

Secara umum gerakan buruh di Indonesia diyakini telah atau tengah tidur panjang baik oleh elemen dan pendukung gerakan maupun - dan terutama - oleh kalangan yang berada di luar gerakan. Bahkan untuk sementara kalangan, gerakan buruh dianggap sudah tidak relevan dan tidak ada harapan. Pandangan semacam itu tidak sepenuhnya salah karena secara sistematis dan obyektif memang muncul fakta-fakta yang

29 Januari 2009 By In Artikel

Laporan Pelaksanaan
KONFRENSI NASIONAL TEKSTIL DAN
GARMEN
INDONESIA
AKATIGA - FES, Hotel Sultan Jakarta


PENGANTAR

Konferensi ini merupakan tindak lanjut dari sebuah kegiatan studi mengenai dampak berakhirnya kuota ekspor tekstil dan garmen terhadap industri ini di Indonesia. Studi dampak berakhirnya kuota dilakukan dalam sebuah proyek bersama di tingkat regional untuk dua negara yakni Indonesia dan Kamboja dan dikembangkan sebagai proyek bersama antara FES, Sudwind, AKATIGA (Indonesia) dan CIDS – Cambodian Institute of Development Studies (Kamboja).

29 Januari 2009 By In Artikel

STUDI PEMUDA DI DUA DESA MENYIASATI HIDUP

 
 

PENGANTAR STUDI

 

Banyak pihak mengkhawatirkan kelangsungan pertanian, terutama pertanian sawah. Kekhawatiran itu antara lain disebabkan oleh biaya produksi yang mahal, lahan sawah yang semakin sempit, dan generasi muda yang enggan bekerja di sawah karena menganggap pekerjaan di sawah itu kotor, tidak menguntungkan, dan merendahkan derajat.

Halaman 2 dari 3

Apa itu Akatiga?

Lembaga Pusat Penelitian Sosial yang mengkaji isu-isu sosial untuk pengentasan kemiskinan bagi kaum marginal di Indonesia.

Alamat

Jl. Tubagus Ismail II. No 2.
Bandung 40134. Jawa Barat - Indonesia.

Phone: 022 2502302
Fax: 022 2535824

E-mail: akatiga@indo.net.id

  

Berlangganan

Hasil studi, Berita dan opini di email anda

Peta

Anda disini: Publikasi Artikel