akatiga.org

11 Januari 2009 By In Artikel

Dengan nilai pinjaman ketiga tertinggi di Indonesia pada tahun 2005 (8,8 miliar dolar AS, setelah Jepang dan IMF), Bank Dunia adalah institusi paling berpengaruh sekaligus paling kontroversial di Indonesia saat ini. Ia dipuja sekaligus dicaci. Harapan bagi negara miskin sekaligus penyakit buat para penentang "neokolonial" korporasi globalisasi. Berbagai opini telah diberikan tetapi seperti apakah Bank Dunia itu?

11 Januari 2009 By In Artikel

Apa beda pekerja renik perempuan dengan laki-laki? Bedanya, kendati waktu yang dihabiskan untuk bekerja dan sumbangsih penghasilannya buat keluarga tak sedikit, perempuan kerapkali dianggap tidak bekerja. Mungkin karena pekerjaannya tidak terlihat jelas alias nirmata. Tak heran, Perempuan Usaha Kecil (PUK) semacam itu dijuluki orang sebagai "The Invisible Worker".

 

Meletakkan kata "perempuan" di depan "usaha kecil" membuat kita mau tidak mau harus membahas pula relasi antara perempuan dan laki-laki. Jalannya roda usaha PUK bisa jadi sangat terkait dengan relasi-relasi yang terjadi di dalam rumah tangganya. Memahami persoalan-persoalan yang dihadapi PUK dalam kaitannya dengan relasi gender kemudian menjadi penting demi memperoleh gambaran utuh mengenai persoalan PUK.

11 Januari 2009 By In Artikel

Bupati Boyolali, Sri Moeljanto, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan mengembangkan sistem informasi kemiskinan. Hal itu disampaikan Bupati pada acara lokakarya bertema Kelembagaan Lokal dan Pengentasan Kemiskinan yang diadakan oleh Konsorsium Akatiga, Kompip dan Leskap di Pendapa Kabupaten Boyolali, Selasa (4/7).

04 Januari 2009 By In Artikel

Juhri sudah tua, usianya 65 tahun. Kedua kakinya lumpuh. Sudah lama ia mengeluh sakit kepala. Tapi Sabtu (22/10/2005) pagi itu, ia terlihat sehat. Sekira pukul 06.00 WIB, lelaki yang berprofesi sebagai tukang cukur itu diantar anaknya menuju Balai Desa Sirnajaya Kec. Karangjaya Kab. Tasikmalaya. Jaraknya cuma 500 meter dari rumah. Tiba di balai desa, Juhri duduk di ruang tunggu. Ia datang untuk mengambil uang bantuan langsung tunai (BLT). Saat itulah tiba-tiba Juhri jatuh tersungkur. Warga yang ikut antre spontan memberi pertolongan. Namun, nyawanya keburu melayang.

 

Senin dua hari kemudian, 20 lansia jatuh pingsan saat mengantre BLT di Kec. Ciampea Kab. Bogor. Peristiwa itu terjadi di depan tiga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jawa Barat, H. Mohamad Surya, P.R.A. Arief Natadi­ningrat, dan K.H. Sofyan Yahya. Waktu itu, lebih dari tujuh ribu orang tumplek blek di kecamatan. Sebetulnya, waktu pencairan BLT-nya sudah diatur. "Tapi, mau bagaimana lagi, mereka keukeuh datang," kata Camat Ciampea, Maman Wirakusuma. Di Desa Ciasem Tengah Kec. Ciasem Kab. Subang, 400 warga miskin (gakin) berdemo ke kantor Kecamatan Ciasem. Mereka mempertanyakan pendistribusian kartu kompensasi BBM (KKB).

04 Januari 2009 By In Artikel

BLT ricuh. Setidaknya ada dua jenis kericuhan di dalam pelaksanaan BLT atau bantuan langsung tunai ini. Ketidaksesuaian data dan ketidaksiapan pengorganisasian. Kemudian muncul implikasi susulan seperti kematian orang tua, pembunuhan, penganiayaan, mundurnya aparat desa, dan ancaman terhadap petugas pencacah.

Yang terjadi mungkin ketidaksesuaian identitas. Bagaimana orang-orang diidentifikasi sebagai si miskin, dan bagaimana orang-orang mengidentifikasi dirinya sebagai miskin. Penelitian menunjukkan, keadaan miskin tak melulu berkaitan dengan keterbatasan materi tetapi juga keterbatasan sumber daya sosial. Miskin juga sebetulnya perkara identifikasi, identitas, dan tawar-menawar yang dinamis. Ketika ada BLT, orang berbondong-bondong mengidentifikasi dirinya miskin dan menawarkan identitasnya kepada pemilik otoritas. Proses identifikasi itu terkait dengan akses terhadap sumber daya untuk pemenuhan kebutuhannya, dalam hal ini uang.

02 Maret 2008 By In Artikel

Dalam dua bulan terakhir, nada dasar suara dan arus utama dunia industri dan ketenagakerjaan kita didominasi oleh pemberitaan mengenai ancaman PHK di berbagai pabrik di seantero Jawa Barat sebagai wujud dampak krisis global dan perdebatan mengenai kenaikan upah minimum. Pemerintah pusat dalam upaya mengatasi dampak krisis global tersebut tiba-tiba mengeluarkan SKB 4 Menteri yang tidak popular itu dan segera menimbulkan gelombang protes dari kaum pekerja. Bagi pengusaha situasi ini ibarat telah jatuh ditimpa tangga: order berkurang, upah harus naik. Kondisi ini direspon dengan pernyataan kemungkinan pengurangan pekerja melalui berbagai cara termasuk PHK. Bagi pekerja situasi ini juga setali tiga uang: terancam PHK dan terancam menerima upah yang tidak mengejar kebutuhan hidup. 

Halaman 3 dari 3

Apa itu Akatiga?

Lembaga Pusat Penelitian Sosial yang mengkaji isu-isu sosial untuk pengentasan kemiskinan bagi kaum marginal di Indonesia.

Alamat

Jl. Tubagus Ismail II. No 2.
Bandung 40134. Jawa Barat - Indonesia.

Phone: 022 2502302
Fax: 022 2535824

E-mail: akatiga@indo.net.id

  

Berlangganan

Hasil studi, Berita dan opini di email anda

Peta

Anda disini: Publikasi Artikel