akatiga.org

Volume 15 No. 1

Volume 15 No. 1

Tema: Aksi Petani dan Gerakan Politik Pedesaan
Penulis: Dianto Bachriadi, Tri Agung, Suryani
Jumlah halaman : 146
Terbit : Agustus 2010

Gerakan reklaiming dan pendudukan tanah yang marak terjadi sejak awal reformasi telah mengundang kalangan akademisi, pengamat politik, maupun para aktivis pendukung gerakan tani di Indonesia melakukan analisis terhadap fenomena tersebut

,  ditandai dengan munculnya artikel, buku, dan ulasan di dalam sejumlah laman. Tulisan-tulisan tersebut telah memberikan sumbangan penting bagi pengetahuan kita tentang aksi, perlawanan, dan protes petan.

  Jurnal edisi ini adalah respons kritis terhadap sejumlah persoalan terkait aksi dan gerakan politik pedesaan pada masa kini. Melalui tulisan-tulisan di dalamnya, para penulis mencoba menyoroti kembali gerakan tani pasca-kejatuhan rezim Orde Baru, corak dan strategi aksi perlawanan, sekaligus menganalisa kesaling-hubungan antara aksi politik dan gerakan petani kontemporer dengan bentuk perjuangan mempertahankan mata pencaharian. Tulisan-tulisan yang disajikan di dalam edisi ini berupya membahas pertanyaan-pertanyaan berikut:  

a.       Mengapa tuntutan atas lahan yang ditandai dengan aksi-aksi pendudukan tanah di pedesaan justru terjadi ketika peran pertanian sudah semakin marjinal (khususnya di era pasca Orde Baru)? Mengapa tuntutan â??tanah untuk penggarapâ?? menjadi penting sementara sebagian besar penduduk desa sudah tidak lagi mengandalkan penghasilan dari sector pertanian? Kalaupun tanah dan pertanian kembali dianggap penting oleh penduduk desa, apakah maknanya tetap sama di tengah-tengah kondisi ekonomi (lokal, regional, nasional dan global) yang sudah dan sedang berubah?

b.      Selain heterogen, kehidupan dan karakter masyarakat desa tidak dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam kategori tradisional, populasi, komunal, atau kapitalistik. Meski memiliki derajat yang beragam, unsur-unsur tersebut hadir bersamaan di dalam kehidupan masyarakat desa masa kini. Oleh karena itu, refleksi kritis tentang kesesuaian model-model pemecahan persoalan agraria masa kini (baik model populis atau model pro-pasar) di tengah-tengah masyarakat pedesaan yang memiliki karakter campuran tersebut, menjadi isu penting untuk dikaji. Selanjutnya, seberapa jauh model-model itu telah/akan mendorong terwujudnya perubahan struktur relasi agraria yang timpang.

c.       Bagaimana membangun analisis untuk memikirkan kesaling-hubungan antara: (1) aksi politik dan gerakan petani kontemporer dengan bentuk-bentuk perjuangan mata pencaharian (struggle of livelihood); (2) proses produksi dan reproduksi social; serta (3) berkembangnya bentuk-bentuk baru proses ekstraksi dengan perubahan-perubahan ekonomi (di tingkat desa, regional, nasional, dan global)?

d.     Sejauh mana perspektif historis dapat memberikan pemahaman baru tentang proses-proses yang telah membentuk kehidupan ekonomi maupun politik di pedesaan Indonesia?

e.      Sejauh mana penerapan kajian berperspektif gender dapat memberikan penjelasan serta pemahaman yang lebih baik tentang kaitan antara kehidupan domestik konstituen gerakan tani kontemporer dan militansi kaum perempuan di dalam aksi pendudukan tanah?

Melalui artikel yang membahas satu atau beberapa pertanyaan di atas kami berharap akan muncul penjelasan, perspektif, dan metodologi kajian yang cukup inovatif di dalam memahami dan menjelaskan aksi-aksi politik pedesaan kontemporer di Indonesia. Pemahaman tersebut kami rasakan penting untuk memberikan kontribusi kritis yang realistis untuk mendukung berbagai upaya yang berorientasi pada gagasan bahwa ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik di pedesaan perlu diubah dalam rangka memecahkan persoalan agraria yang terjadi di dunia pedesaan Indonesia masa kini.

Bahasan Utama:

  • Panggang yang Semakin Menjauh dari Api?â?? - Refleksi Satu Dasawarsa Reformasi dalam Perspektif Reforma Agraria (Dianto Bachriadi)
  • Dinamika Strategi Organisasi Tani pasca-1965 di Indonesia (Tri Agung Sujiwo)
  • Mobilisasi dan Perubahan Sosial di Wilayah Konflik Agraria: Studi Kasus Paseduluran Petani Penggarap PT. Tratak (P4T) (Suryani Amin)
  • Perbincangan Yang Belum Dirumuskan: Perkebunan Dan Masyarakat Perkebunan (Tri Chandra Aprianto)

Ulasan Buku:

  • Kompleksitas Kajian Gerakan Petani di Indonesia (Tri Agung Sujiwo)
Rp 43,000.00
Quantity:

Apa itu Akatiga?

Lembaga Pusat Penelitian Sosial yang mengkaji isu-isu sosial untuk pengentasan kemiskinan bagi kaum marginal di Indonesia.

Alamat

Jl. Tubagus Ismail II. No 2.
Bandung 40134. Jawa Barat - Indonesia.

Phone: 022 2502302
Fax: 022 2535824

E-mail: akatiga@indo.net.id

  

Berlangganan

Hasil studi, Berita dan opini di email anda

Peta

Anda disini: Publikasi Jurnal Analisis Sosial Volume 15 No. 1