AKATIGA

akatiga
AKATIGA: DARI TAHUN KE TAHUN Cetak E-mail
Ditulis Oleh: AKATIGA   

Kontribusi AKATIGA dalam pengembangan pengetahuan sosial di Indonesia datang dari konsistensinya dalam meneliti tiga kelompok masyarakat marjinal (kaum tani, buruh,pengusaha kecil dan mikro) dengan pendekatan kualitatif, suatu gabungan antara fokus dan pendekatan yang jarang didapatkan dari lembaga penelitian lain. Konsekuensi dari pendekatan kualitatif adalah lingkupnya yang mikro, dan tantangan bagi AKATIGA adalah untuk mengangkat hasil studi mikro itu agar memiliki gaung yang lebih luas. Sejak berdirinya AKATIGA telah mengalami berbagai perubahan yang secara garis besar dapat digolongkan ke dalam tahap-tahap berikut ini:

I. Tahap Awal: Pengayaan Khasanah Ilmu Sosial Indonesia dengan Kajian tentang Kaum Marjinal
.

Pada tahap awal ini, kontribusi AKATIGA bagi perkembangan penelitian sosial di Indonesia dapat dilihat dari fokusnya yang jelas memihak ke golongan marjinal, yakni memperkaya khasanah pengetahuan sosial dengan studi-studi kasus tentang kehidupan para petani tunakisma, buruh, dan pelaku usaha kecil.


II. Tahap Kedua: Pengembangan Lingkup Relevansi AKATIGA.
Sekitar tahun 1994 pengorganisasian kegiatan lembaga diubah. Ada beberapa bentuk kegiatan bukan-penelitian yang dikembangkan tersendiri namun tetap terkait dengan penelitian dan jaringan-jaringan ornop pendamping kelompok-kelompok marjinal tadi. Selain studi di isu agraria, buruh, usaha kecil, dan institusi, AKATIGA juga mengembangkan studi-studi kebijakan dan pelatihan analisis sosial. Kontribusi AKATIGA bagi lingkungan yang lebih luas pada tahap ini lebih beragam.

III. Tahap Ketiga: Krisis, Reformasi & Pengembangan Isu Penelitian.
Disesuaikan dengan situasi krisis moneter yang melanda Indonesia pada waktu itu, topik penelitian AKATIGA banyak diwarnai oleh studi mengenai “Dampak Krisis” bagi para pelaku usaha kecil; bagi perempuan; bagi kehidupan pedesaan dan bagi buruh. Di sisi lain, sebagai kelanjutan dari suasana reformasi yang masih semarak di Indonesia paska-Suharto, AKATIGA mengembangkan divisi baru, yaitu Governance, pada tahun 2001. Pada masa ini diputuskan pula bahwa AKATIGA akan kembali berkonsentrasi ke penelitian.

IV. Tahap Keempat: Penelitian Akatiga Dewasa Ini: Pengembangan Isu dan Jaringan Ornop.

Topik-topik penelitian AKATIGA tetap mencakup isu agraria, buruh, usaha kecil, dan governance. Topik-topik diatas ditentukan dengan mencermati perkembangan aktual dan dengan melakukan diskusi dengan jaringan LSM yang terkait mengenai isu-isu yang dianggap penting untuk dikaji. Dengan cara ini kegiatan penelitian AKATIGA tetap memperhatikan aktualitas isu dan mempertahankan tradisi AKATIGA bekerja sama dengan jaringan LSM maupun jaringan lain yang relevan seperti media massa dan perguruan tinggi.

Dalam tahap ini topik-topik penelitian AKATIGA semakin memperhatikan konteks persoalan dan wilayah. Masalah kemiskinan kembali ditekankan menjadi kerangka dasar kegiatan penelitian dan kajian topik penelitian diletakkan dalam konteks wilayah perdesaan dan perkotaan serta keterkaitan keduanya.

 

PUBLIKASI AKATIGA

inovasi-fa-web
BUKU

Tantangan Berinovasi dalam Era Desentralisasi

jas-vol-17-no2-web
JURNAL ANALISIS SOSIAL
Vol.17 No. 2. Kaum Marjinal dan Kebijakan Pembagunan
 di Indonesia 

vol 17 no1
JURNAL ANALISIS SOSIAL
Vol. 17 No 1. Menata Ulang Praktek Good Governance
di Indonesia

outsourcing_fa02-copy-web
BUKU TERBITAN AKATIGA

jasvol16no1-web
JURNAL ANALISIS SOSIAL

katalogpublikasi


 PUBLIKASI
 AKATIGA
YANG DAPAT DI UNDUH
 GRATIS

pnpm
KELOMPOK MARJINAL
DALAM PNPM PEDESAAN

bukusaku2
BUKU SAKU TERBARU
OUTSOURCING SERI 2


PENGUNJUNG

Kami memiliki 7 Tamu online
Anda Berada Dihalaman  : Home Tentang Kami Tahun ke Tahun

PETA SITUS AKATIGA

sitemap Peta Situs Akatiga
akatiga